KEJAR DEGEKSA, Tingkatkan Kompetensi Guru SDN Gedangklutuk Saptosari melalui Digitalisasi Pembelajaran

Gedangklutuk – SDN Gedangklutuk Saptosari terus berkomitmen meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru melalui kegiatan komunitas belajar. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Hari Belajar Guru yang sekaligus menjadi kegiatan perdana KEJAR DEGEKSA (Komunitas Belajar SDN Gedangklutuk Saptosari).

Kegiatan Hari Belajar Guru dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, pukul 13.00–15.00 WIB, bertempat di SDN Gedangklutuk Saptosari. Pada pertemuan perdana ini, kegiatan mengangkat tema “Digitalisasi Pembelajaran” dengan menghadirkan Ibu Hermy Listantina H., S.Pd. sebagai pemateri.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para guru untuk bersama-sama belajar, berbagi pengalaman, mengeksplorasi berbagai potensi teknologi, serta membangun kesadaran bahwa digitalisasi pembelajaran bukan sekadar penggunaan perangkat teknologi, tetapi bagian dari upaya menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Implementasi Teknologi dalam Pembelajaran

Dalam pemaparannya, Ibu Hermy Listantina H., S.Pd. menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan implementasi teknologi dalam pembelajaran. Teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung guru dalam merancang pembelajaran, menyediakan sumber belajar yang beragam, membuat media pembelajaran interaktif, melaksanakan asesmen, hingga memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi peserta didik.

Digitalisasi pembelajaran juga tidak dapat dipandang sebagai tanggung jawab guru semata. Keberhasilannya membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, murid, hingga orang tua.

Kepala sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan kebijakan dan ekosistem yang mendukung pemanfaatan teknologi. Guru berperan sebagai penggerak utama dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Sementara itu, peserta didik perlu diarahkan agar mampu menggunakan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab. Orang tua juga memiliki peran dalam memberikan pendampingan dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pemanfaatan teknologi secara positif.

Mengoptimalkan 7 Aset Sekolah

Salah satu materi menarik yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah mengenai 7 aset yang dapat dioptimalkan untuk mendukung digitalisasi pembelajaran.

Sekolah didorong untuk tidak hanya melihat keterbatasan yang dimiliki, tetapi juga mengenali berbagai kekuatan dan potensi yang tersedia. Aset yang ada di lingkungan sekolah dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan inovasi pembelajaran apabila dikelola dan dimanfaatkan secara optimal.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pola pikir berbasis aset (asset-based thinking) yang menempatkan kekuatan sebagai titik awal dalam melakukan perubahan dan pengembangan sekolah.

Prinsip Pola Pikir Berbasis Aset

Dalam kegiatan KEJAR DEGEKSA, para guru diajak memahami beberapa prinsip penting dalam pola pikir berbasis aset, yaitu:

1. Setiap sekolah memiliki kekuatan.

Setiap satuan pendidikan mempunyai potensi, sumber daya, pengalaman, serta kekuatan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

2. Kekuatan tumbuh ketika dikenali dan dihargai.

Potensi yang dimiliki sekolah akan berkembang apabila seluruh warga sekolah mampu mengenali, menghargai, dan mengoptimalkannya.

3. Perubahan harus dilakukan segera.

Perubahan positif tidak harus selalu menunggu kondisi yang sempurna. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi awal perubahan yang lebih besar.

4. Kolaborasi.

Pengembangan sekolah akan lebih kuat apabila dilakukan melalui kerja sama dan kolaborasi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

Melalui pola pikir tersebut, guru diajak untuk lebih optimis dalam melihat potensi sekolah. Keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhenti berinovasi, melainkan menjadi tantangan untuk menemukan berbagai alternatif solusi berdasarkan aset yang sudah dimiliki.

Empat Kerangka Literasi Digital

Materi berikutnya yang menjadi bagian penting dalam kegiatan adalah empat kerangka literasi digital, yaitu:

1. Kecakapan Digital

Guru dan peserta didik perlu memiliki kemampuan menggunakan perangkat dan berbagai platform digital secara efektif untuk mendukung aktivitas pembelajaran.

2. Keamanan Digital

Pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan kesadaran menjaga keamanan data, akun, perangkat, serta informasi pribadi di ruang digital.

3. Budaya Digital

Teknologi perlu digunakan untuk membangun budaya belajar yang positif, kolaboratif, kreatif, dan produktif.

4. Etika Digital

Setiap pengguna teknologi perlu memahami tata krama dan tanggung jawab dalam berinteraksi di dunia digital, termasuk menghargai karya orang lain, menjaga komunikasi, serta menggunakan informasi secara bijak dan bertanggung jawab.


Keempat kerangka tersebut menjadi dasar penting agar pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak hanya berorientasi pada kemampuan menggunakan perangkat, tetapi juga membentuk warga sekolah yang cakap, aman, berbudaya, dan beretika di ruang digital.

 

Membangun Budaya Belajar Guru

Pelaksanaan Hari Belajar Guru perdana melalui KEJAR DEGEKSA menjadi langkah awal dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan di lingkungan SDN Gedangklutuk Saptosari.

Komunitas belajar tidak hanya menjadi ruang untuk menerima materi, tetapi juga diharapkan menjadi wadah bagi guru untuk berbagi praktik baik, berdiskusi, memecahkan masalah pembelajaran, melakukan refleksi, serta menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata di kelas.

Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi serta mampu mengintegrasikannya secara bijak dan bermakna dalam pembelajaran.

KEJAR DEGEKSA diharapkan menjadi ruang tumbuh bersama bagi seluruh guru SDN Gedangklutuk Saptosari. Dari belajar bersama, berbagi bersama, dan berkolaborasi bersama, diharapkan lahir berbagai inovasi pembelajaran yang pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap kualitas proses dan hasil belajar peserta didik.

KEJAR DEGEKSA – Belajar Bersama, Berbagi Praktik Baik, Berinovasi untuk Pembelajaran yang Lebih Bermakna.

Kegiatan

Berita

Copyright © 2019 Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Gunungkidul